Suku Batak

Ritual Suku Batak

Tiap bulan ke lima penanggalan suku Batak atau Juli pada kalender Masehi, ruas (umat) Parmalim yang merupakan penganut agama leluhur Batak mengadakan ritual Sipaha Lima.
Ini adalah bentuk syukur atas rezeki, kesehatan, dan keselamatan sepanjang tahun kepada Debata Mula Jadi Na Bolon atau Tuhan Yang Maha Esa. Satu ekor kerbau jantan akan disembelih untuk dijadikan persembahan, diiringi tarian Tortor dan irama Gondang Sebangunan, musik khas Batak.
Biasanya, acara Sipaha Lima diadakan di bale pasogit di Huta Tinggi tepatnya di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Tapi kali ini, acara diadakan di Istana Parmalim yang berada di Jalan Air Bersih Ujung Medan, yang juga merupakan kantor DPD Kota Medan Punguan Parmalim.

sumber : http://travel.kompas.com/read/2017/07/10/120400027/sipaha.lima.ritual.sakral.agama.leluhur.suku.batak



Makanan Khas Batak 

Arsik

Makanan khas Batak yang terkenal dan wajib untuk dicoba ketika traveling ke Medan atau Danau Toba adalah arsik. Kuliner tradisional yang satu ini juga kerap disebut dengan nama ikan mas bumbu kuning. Dan tentu saja, bahan utama pembuatan makanan khas ini tak lain adalah ikan mas.
Makanan ini pun dikenal mempunyai cita rasa yang khas. Kuliner ini pun banyak dijumpai ketika traveling ke Danau Toba ataupun Mandailing. Kuliner ini pun bisa pula dibuat dengan menggunakan bahan utama alternatif seperti ikan kembung, ikan kakap atau bahkan daging. Yang menjadi ciri utama dari arsik ini adalah penggunaan bumbu khas Sumatera Utara yakni andaliman dan asam cikala.

Saaksang

Saksang adalah masakan khas Batak[1] yang terbuat dari daging babi, daging anjing,[2] atau kerbau yang dicincang dan dibumbui dengan rempah-rempah dan santan, serta dimasak baik dengan menggunakan darah hasil sembelihan hewan tersebut (margota) ataupun olahan rempah biasa tanpa darah (na so margota).[3] Rempah yang termasuk dalam bumbu saksang antara lain; jeruk purut dan daun salam, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai, merica, serai, jahe, lengkuas, kunyit dan andaliman.[2]
Meskipun hidangan saksang dikenal secara meluas oleh berbagai puak atau sub-suku Batak, saksang sering dikaitkan secara spesifik sebagai hidangan tradisional Batak Toba.[4] Saksang merupakan hidangan penting yang wajib dihidangkan dalam upacara adat Batak, terutama dalam pesta pernikahan adat.[5] Saksang, bersama dengan panggang, arsik dan daun ubi tumbuk, adalah hidangan yang populer dalam khazanah masakan Batak, dan lazim disajikan di Lapo, yaitu kedai makan dan minum tradisional Batak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masalah Sosial